Welcome to ATPUSI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA
SEMINAR DAN PELANTIKAN IPI DIY

Pada hari Rabu, 30 Oktober 2013 merupakan hari bersejarah bagi pustakawan di DIY, di Gedung Rektorat UNY dilakukan pelantikan pengurus IPI periode 2013-2016, hadir dalam perhelatan tersebut diantaranya:
1. Ibu Prof. Suwarsih Madya, PHd selaku wakil rektor 4
2. Ibu Titik Kismiyati, M.Hum, selaku pembicara dari PNRI
3. Bpk. Widiyanto, M.Si, dari PNRI selaku wakil dari IPI Pusat
4. Bpk. Purwono, M.Si, sebagai pembicara dengan tema Sertifikasi Pustakawan dan Asesor di DIY.
5. Kepala-kepala Perpustakaan di Wilayah DIY
6. Ketua ATPUSI DIY, Bpk. Arsidi, SIP. yang sekaligus juga menjadi salah satu pengurus IPI.

Acara berlangsung mulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 12.30, acara dihadiri sekitar 200 peserta dai mahasisawa dan pustakawan yang tersebar dari berbagai instansi di DIY dan Jateng, bahkan ada peserta dari Madura.

Materi sertifikasi dapat diunduh melalui link dibawah ini :
1. http://www.4shared.com/office/mM3nVoCV/Purwono_Sertifikasi_13.html 
2. http://www.4shared.com/office/9FTH-gbZ/Titik_Kismiyati_Paparan_sertif.html

Semoga bermanfaat,
Salam ATPUSI

KONFERENSI PUSTAKAWAN SEKOLAH INTERNASIONAL DI BALI 26-30 AGUSTUS 2013



42nd Annual Conference of  the International Association of School Librarianship (IASL)
Incorporating the 17th International Forum on Research in School Librarianship

A. Pendahuluan
Konferensi tahunan International Association of School Librarianship (IASL) 2013 adalah konferensi yang ke-42 di mana Indonesia menjadi tuan rumah. Sebelumnya, tahun 2012 konferensi dilaksanakan di Doha, Qatar dan tahun 2011 di Kingston, Jamaica.
Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI) dan Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, BPSDMPK dan PMP, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia berkepentingan agar konferensi IASL 2013 ini bisa dilaksanakan di Indonesia. Hal ini penting sebagai upaya mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalitas para tenaga perpustakaan sekolah Indonesia, karena melalui konferensi ini mereka dapat belajar dari para ahli dan profesional di bidang perpustakaan sekolah dari seluruh dunia.
Upaya tersebut sesuai dengan visi pemerintah dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalitas tenaga perpustakaan sekolah sebagaimana diamanatkan oleh UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dan Permendiknas No.25 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah.

B. Tema Konferensi
Tema konferensi ini adalah “Enhancing Student’s Life Skills through the School Library”. Tema tersebut kami pilih sesuai dengan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam bidang pendidikan, khususnya tentang penerapan kurikulum baru yang disebut dengan Kurikulum 2013. Visi Kurikulum 2013 adalah menyiapkan Insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Keterampilan hidup (life skill) adalah salah satu kompetensi penting yang dikembangkan dalam Kurikulum 2013, yang harus dimiliki siswa di Indonesia. Melalui konferensi ini kita akan mendorong peran penting perpustakaan sekolah dalam pengembangan keterampilan hidup siswa melalui program-program dan layanan-layanannya.

C. Tujuan Konferensi
Konferensi ini diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Memperluas wawasan dan pengetahuan para peserta konferensi melalui diskusi, berbagi pengetahuan, penyampaian pengalaman terbaik (best practices) dalam pengelolaan perpustakaan sekolah, kunjungan ke perpustakaan, berdiskusi dengan para pengarang dan peneliti, pameran, dan lain-lain
  2. Membuka wawasan dan pengetahuan para peserta konferensi tentang pengembangan keterampilan hidup (Life skill) siswa melalui program dan layanan perpustakaan 
  3.   Membangun jaringan dan kerjasama antar pustakawan sekolah baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional.
  4. Mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan yang konstruktif dan dinamis dari para pemangku kebijakan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sekolah di Indonesia.
  5.  Menjadikan konferensi ini sebagai momentum kebangkitan pengembangan perpustakaan sekolah di Indonesia.


D. Hasil yang diharapkan
Hasil yang ingin dicapai dalam konferensi ini adalah :
1.      Peserta konferensi memiliki wawasan dan pengetahuan global tentang pengelolaan perpustakaan sekolah yang baik dan profesional
2.      Peserta konferensi memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas tentang pengembangan keterampilan hidup (Life skill) siswa melalui program dan layanan perpustakaan.
3.      Terjalinnya hubungan dan kerjasama antar pustakawan sekolah, baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional.
4.      Lahirnya kebijakan dan rekomendasi yang konstruktif dari para pemangku kebijakan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sekolah di Indonesia.
5.      Bangkitnya perpustakaan sekolah Indonesia menjadi perpustakaan sekolah yang profesional yang mampu mendorong peningkatan prestasi siswa di sekolah.

E.  Dampak bagi pendidikan di Indonesia
Dampak yang diharapkan dari konferensi ini:


Pengembangan perpustakaan sekolah di Indonesia mengacu pada standar pengembangan perpustakaan sekolah di dunia
2.      Peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan sekolah di Indonesia dilakukan melalui program-program yang berwawasan global
3.      Pembangunan jaringan dan kerjasama di tingkat regional dan internasional dalam pengembangan perpustakaan sekolah yang profesional
F. Strategi Pengembangan Perpustakaan Sekolah di Indonesia
1.      Peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan sekolah mutlak dilakukan, mengingat 94% tenaga perpustakaan sekolah di Indonesia tidak berlatar belakang pendidikan Ilmu Perpustakaan (Data Kemendiknas, 2006). Peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan sekolah dilakukan melalui pendidikan, seperti memberi bantuan beasiswa pendidikan (S1 dan S2) untuk studi di 25 Universitas di Indonesia yang memiliki jurusan Ilmu Perpustakaan,  dan melalui program pelatihan yang berkelanjutan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan yang kredibel (sertified).
2.      Peningkatan anggaran yang signifikan bagi pengembangan perpustakaan sekolah di Indonesia. Setiap lembaga (sekolah) wajib mengalokasikan  minimal 5% dari total anggarannya untuk perpustakaan (UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan).  
3.      Menetapkan regulasi-regulasi baru yang mengatur tentang standar dan qualifikasi tenaga perpustakaan sekolah, standar honor, insentif, tunjangan fungsional, dan tunjangan  profesi bagi tenaga perpustakaan sekolah.
4.      Membuka formasi pengangkatan pegawai negeri sipil bagi honorer tenaga perpustakaan sekolah yang profesional (terdidik di bidangnya) yang sudah lama mengabdi di sekolah di seluruh wilayah Indonesia
5.      Melakukan rekrutmen tenaga perpustakaan sekolah yang profesional yang berlatar belakang pendidikan di bidang perpustakaan dan memenuhi standar qualifikasi dan kompetensi yang ditetapkan Permendiknas No. 25 Tahun 2008.

G. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Konferensi ini diselenggarakan di Bali, mulai tanggal 26-30 Agustus 2013. Bali dipilih sebagai tempat penyelenggaraan konferensi berdasarkan keinginan mayoritas peserta konferensi.
H.  Peserta Konferensi
Konferensi ini dihadiri oleh 270 orang. Peserta konferensi ini berasal dari 25 negara. Tiga Negara terbanyak datang dari Jepang (18 orang), Australia (13 orang), USA (10 orang). Asal negara lainnya: Rusia, Swedia, Norwegia, Jerman, Italia, Kanada, Turki, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Taiwan, Korea, Mongolia, New Zealand, Zimbabwe, Sri Langka, India, Vietnam, Philippine, Singapore, Malaysia, dan Indonesia.
Peserta konferensi adalah para tenaga perpustakaan sekolah, akademisi, pakar, peneliti, dan praktisi di bidang perpustakaan sekolah, para pakar di bidang lain yang terkait dengan pendidikan, teknologi informasi, sosial dan kebudayaan. Juga dihadiri oleh para
pemangku kebijakan pengelolaan perpustakaan sekolah, baik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Perpustakaan Nasional RI, dan para kepala sekolah.
PESERTA DARI DIY :
Peserta yang akan hadir dari DIY adalah Arsidi,SIP. (SMAN 1 Yogyakarta) , Anna Nurhayati, A.Md (SD MUH SAPEN), Dwi Karyanto (SMK 5 Yogyakarta), Rita Susanti, A.Md (MAN Yogyakarta 3). Dalam kesempatan tersebut Arsidi, SIP yang juga ketua ATPUSI sekaligus menjadi salah satu Pemakalah dalam acara tersebut.
F.  Penyelenggara Konferensi
Konferensi ini diselenggarakan oleh ATPUSI (Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia), Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (Pusbang Tendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Perpustakaan Nasional RI dan IASL (International Association of School Librarianship).
Informasi lebih lanjut tentang konferensi silahkan kunjungi situs kami: http://iasl2013.0rg.
Sumber : Panitia IASL Indonesia